Saturday, 31 March 2012

selamat malam ibu

Malam ini jam di kamar menunjukkan pukul 2.21, namun mataku belum mau dipejamkan. Sejak tadi hati kecilku gelisah seolah olah ada sesuatu yang belum selesai. akhirnya setelah aku berbincang dengan kakaku, dia menyuruh aku untuk shalat sunnah.
Sesegera aku menuju kamar mandi. aku mandi dan mengambil air wudhu, sesampainya di kamar aku pakai baju dan terus shalat sunnah. Selepas shalat aku berdoa dan sekejap air mataku menetes bersama iringan doaku, ternyata rinduku kepada wanita itu mencapai puncaknya. semua memori indahku bersama wanita itu terlintas dipikiranku, aku sungguh merindukannya.
Selepas berdoa, aku ambil alquran dimeja, kubuka daftar isinya untuk mencari halaman surat yasiin. surat yasin berada di halaman 441. dan aku bacakan yassin untuknya
kenangan akan hari hari bersamanya semakin kuat di ingatanku, dan memori 14 agustus 2009 juga datang bersamaan.
Kuputuskan untuk membuka laptopku dan membuka blog ini.
Kuraih rokokku di meja lalu kunyalakan dan ditemani lagu "ibu" karya hadad alwi. aku menulis blog ini, kulakukan untuk meluapkan rasa rinduku kepada wanita itu. wanita yang paling kusayangi, wanita yang selama 9 bulan membawaku kemana ia pergi, wanita yang selama 1 tahun 6 bulan menyusuiku, wanita yang merawat dan menjagku selama 17 tahun 2 bulan 12 hari. wanita yang meneteskan keringat dan air mata ketika aku hadir di bumi Allah ini. Wanita yang tersenyum ketika mendengar tangisan pertamaku. Wanita yang dalam sakitnya masih tetap memikirkan aku. Dialah wanita yang paling berarti dalam hidupku. Dialah wanita yang Allah panggil pada pukul 11.50 di hari jumat 15 agustus 2009. Dan dialah ibuku.

aku bingung mau mulai cerita ini dari mana.

Tapi aku coba mulai dengan menceritakan seperti apa wanita itu,
Namanya Nuraidah. dia lahir dikuok 14 juli 1958, anak ke 3 dari 4 bersaudara. Pada usia ke 6 tahun ia menjadi piatu sama seperti ku saat ini. Namun dia menjadi piatu berusia lebih muda dariku. Ketika berusia 13 tahun ayahnya menyusul ibunya menghadap sang khalik, dan dia menjadi anak yatim piatu.

Dia seorang wanita yang sangat cantik, berkulit putih dan berpostur pendek dan gemuk. namun walapun berpostur pendek dan gemuk, kecantikannya tidak tertutupi . Setiap melihatnya hati pasti tenang.

Dia adalah seorang guru yang mengajar di bidang bahasa indonesia. Pada 14 juli 1987, dia menikah dengan seorang pria sederhana namun pria yang mampuh membuat wanita ini jatuh hati. Katanya sih, dulu ibunya pernah berpesan kalau mau cari suami carilah suami yang sayang sama ibunya karena suami yang sayang sama ibunya pasti sayang sama istrinya. dan sifat itulah yang ada sama pria sederhana itu.

Pada tahun 1988 dia mengandung anak pertamanya, namun sayang Allah tidak mengizinkan dia untuk menjaganya, anak itu dipanggil sebelum anak itu lahir. dua tahun kemudian, tepatnya tahun 1990 ia melahirkan anak keduanya. seorang anak perempuan yang menjadi buah cinta pertama dalam keluarga mereka  dan dua tahun berselang wanita itu melahirkan anak bungsunya, tepat tanggal 3 juni 1992, ba'da zuhur.

 Lengkaplah kehidupannya, bersama dua orang anak dan suami yang hanya seorang pegawai negeri biasa wanita itu membesarkan kedua anak mereka dalam kesederhanaan namun penuh dengan kasih sayang dan kebahagian. Lelaki sederhana yang juga ayahku pernah berakata "semua kecapean ayah luntur dek, kalau udah sampai dirumah. karena udah ngelihat wajah cantik ibu dan dua buah hati ayah".

Berapalah gaji seoarang guru dan pegawai negeri biasa, setiap sewa kontrakan naik  wanita itu beserta keluarganya harus pindah mecari kontrakan lain yang lebih murah. namun mereka tidak pernah melupakan gizi buat kedua buah hati mereka, makanan terbaik yang kaya akan gizi selalu mereka berikan, walaupun makanan itu mahal dan satu lagi kehebatan mereka, pasangan ini senantiasa menabung sedikit demi sedikit  dan pada tahun 2000 akhirnya mereka mampu membangun rumah dan kehidupan ekonomi mereka membaik. Serta pada tahun 2004 mereka menunaikan ibadah haji bersama.

Rumah yang mereka bangun itu penuh akan tawa dan canda serta air mata kebahagian ataupun kesedihan. setiap maghrib lelaki itu memimpin shalat dan dimakmumi oleh keluarganya. seiring dengan waktu kedua buah hati mereka sudah memasuki sekolah, aktivitas dirumah itu bertambah, sehabis shalat maghrib berjamaah, wanita itu mengajari kedua buah hatinya membaca alquan dan setelah selesai membaca alquran, mereka duduk dan bercerita tentang aktivitas hari itu, diselingi oleh canda dan tawa kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Itulah masa kecilku bersama lelaki dan wanita itu serta kakakku. lelaki sederhana itu adalah ayahku dan wanita itu adalah ibuku.

Seiring dengan waktu kehidupan ekonomi kami membaik, ayah sudah bukan pegawai negeri biasa lagi. karena ayah sudah mendapat jabatan dan ibu mengajar didua sekolah. dulu ibu tidak mau ngajar di dua sekolah karena dia mau menjaga dan merawat aku serta kakakku.  dan setelah kami mulai masuk SMP ibu baru mau mengajar di dua sekolah.

Setelah tamat smp kakakku memasuki sekolah berasrama dan kemudian aku pun memasuki sekolah berasrama,  walaupun sekolah kami berbeda. dan aktiviti malam bersama kami mulai berkurang, palingan dilakuin kalau kami berdua libur.

Tepatnya tahun 2007 aku melanjutkan sekolah ke tingkat SMA, dan waktuku kuhabiskan di asrama sehingga waktuku bersama mereka semakin berkurang. Pada tahun 2008 kakakku lulus di kedokteran. Ayah dan ibuku berencana mau pergi umbroh sekeluarga pada awal 2009.

Tapi Allah berkehendak lain, pada malam takbiran idul fitri ditahun 2008 ibuku jatuh sakit, namun pagi ittu ia masih mampu melakukan shalat ied, dan siapa sangka itu menjadi shalat ied bersama kami yang terakhir.
Pada hari ketiga lebaran, sakit ibu semakin parah dan akhirnya iya dibawa ke rumah sakit. sakit ibu itu aneh, seperti pasang surut ombak. kadang sakit kemudian baik lagi dan sakit lagi, selama sakitnya ibu sudah merasakan 3 rumah sakit.

Ternyata selama sakitnya kata kata dari almarhuma nenek semakin terbukti, bahwa laki laki yang sayang sama ibunya pasti sayang sama istrinya. selama sakitnya ibu tidak mampu berjalan, kemana mana ia harus mengguanakan kursi roda.

Lelaki sederhana itu selalu ada disisinya, senantiasa terjaga dan berada di sampingnya. Lelaki itu adalah lelaki luar biasa, sekalipun dia tidak pernah mengucapkan kata capek atau marah sama ibu dan senantiasa menjaga ibu. aku tahu lelaki yang saat itu sudah berumur empat puluh tahunan itu sudah tidak sekuat dia dimasa mudanya.

Sudah banyak air matanya yang mengalir ketika berdoa kepada Allah untuk kesembuhan belahan jiwanya, aku pernah doanya.
"ya Allah, dialah belahan jiwaku. wanita yang selalu tersenyum ketika aku pulang kerumah, wanita yang tidak pernah marah dan membentakku. wanita yang selalu menjadi cahaya dalam kegelepanku, wanita yang menjadi ibu dari kedua buah hatiku, wanita itu kini terbaring sakit ya Allah. aku dan anak anakku masih membutuhkannya ya Allah. aku sayang dia ya Allah. sembuhkanlah dia ya Allah"
Setelah kalimat terakhir dari doanya, ayahku menangis di sejadahnya, dan aku bersama kakakku datang memeluk ayahku dan kami menangis bersama. ternyata tangisan kami membangunkan ibuku, dari luar kami mendengar suara tangisan.

Ternyata ibuku menangis, kami beregegas keluar. Ayah melihat ibu menangis segera mendekati ibu, dan memijatnya dan ibuku berkata.
"ayah, ibu minta maaf y yah. ibu udah menyusahkan ayah. ibu nggak sakit do yah. adek sama kakak jangan nangis juga ya. ibu ndak sakit do nak. janganlah nangis ya."
itulah wanita yang paling berarti dalam hidupku, dalam sakitnya iya selalu ingin terlihat baik dan tidak mau menyusahkan suami dan anaknya. wanita itu adalah ibuku.

Waktu itu pernah suatu kejadian aku pulang dari asrama, seperti biasa aku pulang dengan membawa setumpuk kain kotor. Aku segera ke dapur meletakkanya di dalam ember dan merendamnya karena sebentar lagi tukang cuci yang biasanya mencuci baju keluargaku akan datang. dan setelah selesai aku duduk dan menonton tv. tiba tiba aku dengar suara tangis ibuku, aku segera mendatanginya.
"adek, ibu minta maaf ya" dan dia kembali menangis, aku mengerti kenapa dia minta maaf dan menangis karena biasanya apa yang kulakukan tadi dilakukan olehnya. akupun menangis memeluk dan mencium keningnya.

selama ibu sakit, rumahku selalu penuh dengan tangis dan air mata

Sampai akhirnya, malam itu setelah pulang bimbel aku ingin menelfon ibu di wartel asrama. namun karena ramai aku urungkan niatku dan berencana menelfonnya malam besok, namun siapa sangka, jam 1 pagi itu, kakak sepupuku datang dan menjemputku.

Kontan aku kaget dan bertanya kenapa dia menjemputku tengah malam, namun dia hanya berkata kalau ibu rindu kepadaku dan menyuruhku pulang. dan di mobil menuju pulang aku disuruh tidur, namun mataku tidak mau dibawa tidur karena segan kepadanya aku pura pura tidur.

Di mobil kakak sepupuku menelfon oomku yang kebetulan tinggal berdekatan dengan rumahku. dan ia bertanya kepadanya hasil dokter yang memeriksa ibuku. dan oomku bilang kalau sejak dari rumah ibuku sudah meninggal.

Dengar kata ibuku sudah meninggal, air mataku sudah tidak tertahan. sesampainya di rumah, ternyata di rumah sudah banyak keluargaku yang berkumpul. kakiku semakin tidak mampu berdiri. masuk kedalam rumah ibuku sudah tidak bernyawa, tidur dan dikelilingi keluargaku yang sedang membaca yasin. aku sungguh tidak mampu berdiri lagi, tubuhku rebah disamping jasadnya.

Aku menangis sejadi jadinya, memeluknya, aku sungguh menyesal tidak menelfonnya malam itu, untuk mendengar suaranya buat yang terakhir kalinya. aku memeluk kakakku dan menangis bersama. malam itu ayah tidak dirumah, karena ayah berada di padang untuk menghadiri wisuda abang sepupuku.
aku merasa sangat kehilangan, sekitar pukul delapan ayahku datang, dan segera memeluk aku dan kakakku. ayahku menangis sejadi jadinya begitu juga aku dan kakakku. hari itu kami kehilangan wanita terbaik kami, wanita yang senyumannya mampu mendamaikan hati kami.

Ayah marah sama dirinya sendiri, karena sebenarnya dia tidak ingin kepadang untuk menghadiri wisuda itu, tapi ibuku menyuruhnya. dan saat nyawa ibu berpisah dengan jasadnya, ibu hanya ditemani oleh kakakku dan pembantu dirumah.

Pagi 15 agustus 2009, kami menyelangarakan jenazahnya, aku dan ayah ikut memandikan dan mengafankan ibu.

Dulu semasa aku masih SD, aku pernah bilang kalau misalnya ayah atau ibu meninggal aku akan menjadi imam yang menshalatkannya dan saat itu ibu tersenyum bangga. Mungkin karena anak laki laki satunya mau menjadi imam saat jenazahnya dishalatkan. dan hari itu aku menunaikan janjiku kepadanya, aku menjadi imam untuk ibuku tersayang.

Aku bersama ayah memasukkan ibu ke lahatnya, tempat peristirahatannya yang terakhir. dan ketika kubur sudah ditutupi oleh tanah. kami berdoa, dan ketika doa dipanjatkan mengiri ibu, ayah menangis lalu jatuh pingsan. kontan aku menangis sejadi jadinya, karena aku tidak mau kehilangan ayah juga.

Namun syukur ayah tidak apa apa, ia hanya terlalu sedih kehilangan ibu, malam itu kami baca yasin dirumah bersama para tetangga selama 3 hari berturut turut.ibu meninggal beberapa hari sebelum puasa, dan setiap pagi kami mengunjungi makamnya,

Puasa hari pertama di tahun 2009 adalah puasa terberta buat kami, karena itu puasa pertama tanpa ibu, sahur dan berbuka kami makan didampingi oleh air mata.

Kini sudah hampir memasuki tiga tahun kepergiannya, namun rasa kehilangan yang ada dalam hati kami belum juga hilang malah semakin bertambah begitu pula dengan rasa cinta dan rindu kami kepadanya. ibu adalah sosok wanita yang tidak pernah tergantikan di hati kami.

Kini ayah sudah menikah lagi, tapi aku dan kakak ikhlas dan aku yakin ibu juga ikhlas. sebagai seorang lelaki aku tahu dan sadar ayah butuh pendamping dan aku yakin ibu juga berpikir seperti itu. aku juga yakin dari dalam hati ayah yang paling dalam cintanya kepada ibu tidak pernah pudar dan hilang. karena di dompetnya selalu ada foto kami. foto aku, kakakku dan almarhuma ibuku.

Sekarang aku adalah anak piatu, aku dan ibuku dipisahkan oleh dunia yang berbeda. aku yakin ibu selalu melihatku dan tersenyum kalau nanti aku sukses. dan kalau aku menikah nanti aku yakin ibuku juga akan bahagia melihat menantu dan cucu cucunya.

Begitu beruntungnya mereka yang masih memlilki ibu, dan tujuanku menulis post di blog ini tidak lain hanya luapan kerinduanku kepada ibuku dan aku berharap ini bisa menjadi peringatan buat mereka yang masih memiliki ayah dan ibu yang lengkap.

Janganlah pernah sesekali marah ataupun benci kepada ibu dan ayahmu karena tanpa mereka kamu tidak akan pernah hadir di dunia ini. sayangi dan berbaktilah kepada mereka selagi mereka masih berada bersama kita. karena ketika mereka sudah dipanggil oleh Allah kita baru sadar kalau kita sangat kehilangan mereka, yang bisa kita lakukanya hanya berdoa dan menangis bila rindu kepadanya. kita tidak bisa lagi memeluk dan menciumnya, yang bisa kita lakukan hanya melihat foto ataupun videonya itupun kalau ada.

Sekali lagi ingin aku katakan, sayangilah ayah dan ibumu karena mereka lebih berharga dari intan dan emas.
buat ibuku disana, adek cuma mau bilang adek sayang dan rindu sama ibu. ridhoi dan doakan adek terus bu, karena tanpa ridho dan doamu adek tidak mampu hidup di dunia ini.

-sedikit aku sertakan foto foto ibuku-


ibu dan ayah




ayah dan ibu






kuala lumpur, pukul 4.18

Friday, 21 October 2011

father and son..

yah, malam ini aku mau nulis lagi di blog ini ...
akhirnya aku juga ada tempat buat ceritain apa yang aku rasakan..
kali ini aku mau ceritain tentang sesosok pahlawan yang lebih jago dari semua pahlawan yang ada di muka bumi ini. . .
awalnya...
ngiseng aku googling dengan nulis "father" di search engine mbah google, terus munculnya deh link lagunya yusuf islam (cat stevens) .. yang judulnya "father and son"..
dan tu lagu buat aku ingat sama seseorang yang menurut aku dialah "the real hero"

      I was once like you are now, and I know that it's not easy,
     To be calm when you've found something going on.
     But take your time, think a lot,
    Why, think of everything you've got.
    For you will still be here tomorrow, but your dreams may not.



lirik diatas buat aku spesial banget dan jess... seketika aku rindu sama ayah..
yap, pahlawan yang aku maksud adalah ayahku sendiri.. seorang laki laki sederhana, kecil dalam ukuran badan tapi luas dalam pengalaman, pemikiran dan pandangan hidup..
dia ayah yang luar biasa serta pahlawan yang sesungguhnya....
sebagai anak laki laki satunya, buat ayah aku adalah segalanya, aku adalah hartanya dan aku adalah jiwanya.. harapan begitu besar yang ayah letakkan di pundakku dan harus aku wujudkan, namun ya nggak pernah jadi beban buat aku...
dan sebagai anak bungsu, sama kayak anak bungsu yang lain aku adalah anak manja dan selalu mau diturutin semua apa yang aku inginkan, walau sebenarnya kadang yang aku mau itu tidak terlalu aku butuhkan..
setiap aku ingin sesuatu aku pasti minta sama ayah, dan ayah pasti akan  berikan dan jika saat itu dia nggak punya, ayah nggak pernah bilang tidak melainkan dia hanya bilang 'dek, tunggu dulu ya nanti ayah belikan"..
ayahku adalah ayah yang luar biasa..
dari kecil sampai sekarang ayah tidak pernah sekalipun bertindak kasar kepadaku, jangan memukul, menjewer telingaku saja, ayah tidak pernah..
dan dia selalu bilang "memukul anak anak ayah, sama aja ayah menyakiti diri ayah sendiri"..
jika aku udah kelewatan, ayah hanya marah serta membentakku dan yang membuat aku merasa bersalah bukanlah amarahnya melainkan ayah akan selalu menangis setelah memarahiku..
dia begitu menyayangiku dan aku hanya aku yang sering kali mengecewakan dia..

buat seorang suami, dia jauh luar biasa...
ibu pernah bilang, ayah lebih dari seorang suami karena cinta ayah yang begitu dalam kepada ibu..
dan ibu adalah pasangan dunia akhirat ayah itu yang ayah bilang...
selama sebelas bulan ibu sakit sampai akhirnya ibu dipanggil sama yang diatas, ayah selalu menjaga ibu dan merawat ibu.. ayah begitu sabar menjaga ibu siang dan malam walaupun paginya ayah harus masuk kantor. dan setiap pulang kantor ayah pasti selalu mendorong kursi roda ibu kemana ibu mau.. bahkan ayah nggak malu ngedorong kursi roda ibu ke mall hanya untuk sekedar minum kopi.. dan pastinya tidak pernah sekalipun ayah mengelu atau merasa capek..
buat aku ayah adalah contoh suami yang luar biasa..
dan jika aku kelak menjadi suami dan seorang ayah buat anak dan istriku, aku ingin menjadi seperti ayah, menyayangi anakku seperti ayah menyayangi aku dan kak uti serta menjadi suami yang menyayangi istrinya seperti ayah menyayangi ibu...
dan ketika ibu dipanggil dua tahun lepas , itulah saat yang paling berat buat kami apalagi ayah.. kenapa?
jawabannya sederhana saja, karena kami berada di tempat yang berbeda, ayah dirumah, kak uti di kosan dan aku diasrama.. sehingga kami harus melawan  rasa kehilangan itu dengan cara kami sendiri sendiri..
kehilangan ibu, ayah seperti kehilangan arah hidup .. itu wajar, karena dia kehilangan teman hidupnya dan bahagian jiwanya..
"kepergian ibu membawa setengah jiwa ayah, dan setengah lagi ada sama kalian.. ibu pergi dan meninggalkan setengah jiwa ayah kepada kalian.. buah cinta kami yang harus terus ayah jaga. ayah harus menjadi ayah dan ibu buat kedua anak ayah.. ayah harus mengahantarkan kalian wisuda dan menghantarkan kak uti kepada imamnya yang akan selalu menjaganya yaitu suaminya. berdua saja terkadang itu sulit anakku, apalagi ayah hanya seorang diri.. hanya kalian semangat ayah untuk hidup, ayah masih ingin bersama ibunda kalian lagi dalam satu keluarga. tapi hanya 22 tahun yang Allah izinkan. ayah tidak pernah menyesali itu semua nak.. karena ayah masih punya setengah jiwa ayah bersama kalian. buah cinta yang akan selalu ayah jaga dan semoga Allah mengizinkan kita menjadi satu keluarga lagi di surga nanti. ayah sayang ibunda kalian dan ayah sayang kalian lebih dari diri ayah sendiri". itu adalah kata kata yang ayah ucapkan di malam pertama kepergian ibu..

dan sebagai seorang anak, kasih sayang ayah kepada nenek dan almarhum datuk tidak usah diragukan lagi, menjadi anak berbakti dan soleh. menurut aku sudah ayah dapatkan.. dan yang tak kalah penting  kasih ayah sayang kepada adik, kakak dan abangnya luar biasa. kasih sayang yang ikhlas dan mungkin kalau semua om dan tante aku tahu betapa ayahku menyangi mereka. maka mereka tidak sanggup menampungnya...

ayah salah seorang abdi negara di kabupaten kampar, yap ayah seorang pegawai negeri sipil di salah satu instansi disana. ayah seorang pekerja yang ulet dan terampil. itu wajar karena ayah orang yang cerdas. dari sd sampai SMA dia selalu juara satu dan lulus serjana dan master dengan prediket cum laude. tapi ayah selalu melarang aku menjadi PNS karena menurut dia, PNS tidak pernah menghargai orang pintar. jabatan itu berdasarkan kepada pangkat atau golongan bukan berdasarkan kinerja dan kepintaran..
dan sekarang aku berada di sini, di malaysia hanya untuk mencari ilmu dan berhasil. Aku hanya mau lihat ayah dan ibunda bangga kalau buah hati mereka telah sukses..
dan semoga perjuangan aku di rantau orang ini di ridhai oleh Allah dan menjadi pahala buat aku..
"ridha Allah adalah ridha orang tua, dan murka Allah adalah muka orang tua ".

aku sayang ayah dan ayahlah satu bagian dari dunia ini yang membuat hidup ini indah.
harapan dan pintaku kepada Allah..
aku ingin sukses....

dad, life is beautiful because of your affection.....
i love you, dad...
greatest dad in my world is my father...

father and son

father and son

mom and dad

father and son

father and son


kuala lumpur, 22 oktober 2011 jam 2:10


Tuesday, 18 October 2011

adek sayang ka uti

akhirnya ak nulis post yang kedua buat blog sederhana ini.. buat malam ini aku mau ceritain tentang kakak aku. aku punya satu kakak yang paling aku sayangi, ya maklum. kakakku satu satunya.. siapa sih yang nggak sayang ama kakaknya.
tapi emang kakak aku satu ini beda dari yang lain, luar luar biasa baik. namanya humairah ayunda putri, yah tapi aku manggilnya kak uti. sekarang dia semester akhir di kedokteran UNRI. ya mudah mudahan tahun ini dia dapat gelar S.ked. amin :)
kak uti adalah orang yang baik banget, dia udah lebih dari seorang kakak buat aku. dan aku tidak pernah terpikir buat cari kakak yang lain :). 
dan yang paling aku banggakan, karena sampai sekarang dia masih menjaga dirinya dari kata "pacaran", kenapa?? bukan karena dia nggak laku tapi karena dia nggak mau.  kak uti adalah orang yang taat akan ajaran agama.
apalagi yang mau ak ceritkan tentang kak uti ya,
cukup segitu dulu lah
tapi kadang yang aku nggak suka dia bawel banget. klu lagi ngingatin ak, suka berulang ulang makanya kadang ak jadi kesal, padahal sebenarnya dia baik banget..
itu dulu deh, kalau ntarnya kak uti baca blog ak..
kak uti dan aku

aku mau dia tahu,

adek sayang ka uti...
kakak yang buat aku bepikir untuk jadi diri sendiri, 
kakak yang ingetin ak, klu ak salah
kakak yang selalu ingetin ak buat mencari surganya ALLah
kakak yang selalu menyangi aku
kakak yang selalu ada, walaupun kadang aku nggak ada saat dia butuh aku.
dan aku bangga punya kak uti dihatiku...
my beloved sister....
I love you more than you know




Kuala Lumpu, 19 Okotober  2011 Jam 2.22